Rabu, 15 Februari 2012

MODUL MENATA PRODUK

Peta Kedudukan Modul



 














Dari peta kedudukan modul diatas dapat diperhatikan bahwa Kompetensi Menata Produk berada pada posisi ke dua dari kompetensi kejuruan. Untuk itu, dalam mempelajari kompetensi Menata Produk ini, ada persyaratan harus mempelajari terlebih dahulu kompetensi yang lain. Peserta didik dapat langsung mempelajarinya dengan seksama. Keterangan lebih rinci dari bagan kompetensi di atas adalah sebagai berikut.

DAFTAR MODUL
KOMPETENSI KEAHLIAN PEMASARAN
NO
KODE
JUDUL MODUL
DASAR  KOMPETENSI KEJURUAN
1
121 DKK 01
Menerapkan Prinsip Profesional Kerja
2
121 DKK 02
Melaksanakan Komunikasi Bisnis
3
121 DKK 03
Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan  Hidup (K3LH)
KOMPETENSI KEJURUAN
4
121 KK 01
Memahami Prinsip – prinsip Bisnis
5
121 KK 02
Menata Produk
6
121 KK 03
Melaksanakan Negosiasi
7
121 KK 04
Melaksanakan Konfirmasi Keputusan Pelanggan
8
121 KK 05
Melaksanakan Proses Administrasi  Transksaksi 
9
121 KK 06
Melakukan Penyerahan/ Pengiriman Produk
10
121 KK 07
Melaksanakan Penagihan Pembayaran
11
121 KK 08
Mengoperasikan peralata Tranksaksi dilokasi penjualan
12
121 KK 09
Menemukan Peluang baru dari pelanggan
13
121 KK 10
Melaksanakan Pelayanan Prima (Service Ekcellent)
14
121 KK 11
Membuka usaha eceran/ ritel (Expansion Store Opening)
15
121 KK 12
Melakukan Pemasaran Barang dan Jasa







                                  
BAB 1

Pendahuluan


A.     Deskripsi Modul
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kompetensi Menata Produk ini meliputi tiga ranah tujuan yang harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam melakukan aktivitas tawar-menawar dengan target pelanggan. Keahlian yang dimiliki peserta didik dalam Menginterprestasikan Perencanaan Visual Penataan Produk, Memonitor Penataan Produk, dan Menjaga Display Produk agar Tetap Sesuai dengan Standar Perusahaan dan Perencanaan.
Modul Menata Produk ini berkaitan dengan modul yang lainnya. Namun, tidak disyaratkan untuk mempelajari modul ini harus mempelajari terlebih dahulu modul yang lain. Untuk itu, peserta didik dapat mendalami dan mempelajarinya langsung dengan seksama antara teori dan praktik. Akan lebih baik apabila pembelajaran dilakukan di dunia usaha, seperti supermarket.
Sesuatu yang diharapkan dari hasil pembelajaran modul ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh penjual dalam melakukan penataan produk atau pen-display-an produk di toko. Komptensi Menata Produk ini dapat dinilai secara langsung di tempat display produk, apakah display telah sesuai standar perencanaan atau belum.
Kekompetenan dalam melakukan Penataan Produk akan membawa pengaruh baik terhadap perusahaan. Pengaruh tersebut, diantaranya calon pelanggan akan merasa tertarik, senang, dan puas yang ditunjukkan dengan kembalinya pelanggan secara terus-menerus pada perusahaan untuk melakukan pembelian. Oleh sebab itu, kompetensi Menata Produk merupakan sesuatu profesi yang harus ditekuni dan dipelajari agar siswa mengetahui “Cara Menata Produk” yang baik.

B.                             Prasyarat Mempelajari Modul

Sebelum anda mempelajari modul ini, anda dipersyaratkan telah memiliki kemampuan awal analisis kebutuhan konsumen dan memahami dasar-dasar manajemen pemasaran sesuai dengan SKN bidang industri/ usaha/ profesi, selain itu anda telah mempelajari modul-modul tertentu dengan tuntas seperti terlihat pada peta kedudukan modul dengan menunjukan bukti otentik. Adapun modul yang dipersyaratkan harus anda kuasai dengan tuntas adalah :

DASAR  KOMPETENSI KEJURUAN
1.     121 DKK 01 Menerapkan Prinsip Profesional Kerja
2.     121 DKK 01 Melaksanakan Komunikasi Bisnis
3.     121 DKK 01 Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan  Hidup (K3LH)
4.     121 DKK 01 Memahami Prinsip – prinsip Bisnis

C.                            Petunjuk Penggunaan Modul
Untuk mempelajari modul ini, perhatikan dan ikutilah petunjuk-petunjuk dan cara-cara mempelajarinya, baik oleh peserta didik maupun oleh guru atau fasilitator agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang ada pada petunjuk penggunaan modul ini.
1.      Penjelasan bagi Peserta Didik
a.       Pelajari secara beruntun dari Kegiatan Belajar 1, Kegiatan Belajar 2, dan terakhir Kegiatan Belajar 3.
b.      Persiapkan alat tulis dan bahan praktik yang diperlukan sesuai kompetensi dasar yang dipelajari.
c.       Kerjakan tugas yang diberikan.
d.      Kerjakan tes formatif yang diberikan.
e.       Cocokan hasil jawaban dengan kunci jawaban (jangan melihat kunci jawaban sebelum selesai mengerjakan tes formatif) karena tujuan tes formatif ini untuk menguji sejauh mana tingkat penguasaannya terhadap kompetensi tersebut.
f.       Apabila telah kompeten dengan memperoleh nilai minimal 7,00 maka lanjutkan ke kegiatan belajar berikutnya. Apabila belum memenuhi standar minimal, yaitu 7,00 (tujuh), maka harus mengulangi dari kegiatan belajar yang masih belum berhasil sampai memperoleh standar minimal yang ditentukan.
g.      Kerjakan lembar kerja.
h.      Setelah berakhir mempelajari kompetensi dasar ke-3 dan dinyatakan lulus dari semua kompetensi dasar, maka kerjakanlah evaluasi. Tes evaluasi adalah tes untuk menguji kemampuan penguasaan peserta didik secara keseluruhan dari kompetensi melakukan negosiasi.
i.        Hasil jawaban evaluasi cocokkan dengan kunci jawaban evaluasi.
j.        Apabila ada hal yang kurang dimengerti, tanyakan ke fasilitator atau guru.
2.      Peran Fasilitator
a.       Membantu peserta didik dalam merencanakan proses pembelajaran.
b.      Membimbing peserta didik melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
c.       Membantu peserta didik memahami konsep-konsep dan praktik baru serta menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses pembelajaran.
d.      Membantu peserta didik untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e.       Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f.       Merencanakan ahli atau pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
g.      Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya.
h.      Melaksanakan penilaian.
i.        Menjelaskan kepada peserta didik tentang sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari suatu kompetensi yang perlu untuk dibenahi dan merunding rencana pembelajaran selanjutnya.
j.        Mencatat pencapaian kemajuan peserta didik.
k.      Mengadakan remedial bagi peserta didik yang belum kompeten.



D.                            Tujuan Akhir
Tujuan akhir dari mempelajari modul ini adalah pencapaian kekompetenan peserta didik dalam Menata Produk sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) display pada supermarket.
1.      Kinerja yang diharapkan
Kinerja yang diharapkan setelah mempelajari kompetensi ini adalah terbentuknya kekompetenan peserta didik dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam Menata Produk sesuai SOP supermarket.
2.      Kriteria Keberhasilan
Kriteria keberhasilan dalam penguasaan kompetensi ini dalam pencapaiannya dapat terlihat dari segi kuantitas dan kualitas. Dari segi kuantitas, yaitu perolehan nilai kekompetenan peserta didik melalui angka yang diperolehnya dan dari segi kualitas, yaitu terbentuknya kekompetenan peserta didik dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

3.      Variabel dan Kriteria Keberhasilan
Kriteria penilian keberhasilan kekompetenan peserta didik pada kompetensi Menata Produk, peserta didik dinyatakan kompeten apabila telah memperoleh batas minimal nilai 7,00 (tujuh koma nol-nol), apabila belum mencapai batas minimal tersebut, maka harus mengulang kembali. Kriteria dan variabel keberhasilan sebagai berikut.
9,00-10,00   = A Kompeten Istimewa
8,00-8,99     = B Kompeten Amat Baik
7,00-7,99     = C Kompeten Baik
0,00-6,99     = D Belum Kompetensi

E.     Kompetensi
STANDAR KOMPETENSI      : Menata Produk
KODE                                           : 121 KK 02
DURASI PEMBELAJARAN    : 400 Jam @ 45 menit
LEVEL KOMPETENSI
A
B
C
D
E
F
G
2
2
1
1
2
2
1

KONDISI KINERJA
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan unit kompetensi ini adalah sebagai berikut
·         UU No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 7.
·         Kode Etik dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) bagian 2 tentang Perilaku kepada konsumen.
·         Segmentasi, targeting, positioning yang diatur oleh bagian pemasaran.
·         SOP tentang penataan produk
·         Manual tentang produk/jasa beserta deskripsi lengkapnya.

KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
LINGKUP BELAJAR
MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
1.  Menginterprestasikan perencanaan visual penataan produk
·    Persyaratan desain penataan produk diidentifikasi
·    Sumber daya yang dibutuhkan untuk menginplementasikan perencanaan dikerahkan
·    Faktor-faktor yang memiliki dampak pada perencanaan diidentifikasi
·    Standar penataan produk perusahaan diaplikasikan sesuai perencanaan
·    UU No.8 Tahun 1999 Pasal 7 tentang perlindungan konsumen
·    SOP penataan produk
·    Mengenal barang
·    Segmentasi pasar, targeting, positioning
·    Kode etik Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) bagian 2 tentang perilaku terhadap konsumen
·    Cermat, teliti dan bertanggung jawab
·      Memahami SOP penataan produk dari suatu perusahaan
·      Memahami jenis, macam dan spesifikasi barang
·      Memahami segmentasi pasar
·      Memahami kode etik Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) bagian 2
·      Menata produk sesuai prosedur perusahaan
·      Mengidentifikasi barang
·      Memilih segmentasi pasar
·      Menjelaskan kode etik Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) bagian 2
2.  Memonitor penataan atau display produk
·    Display produk dimonitor secara teratur untuk memastikan bahwa sesuai dengan perencanaan penataan produk
·    Kerusakan atau perubahan pada display produk segera diidentifikasi
·    Tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi setiap perubahan pada display
·    UU No.8 Tahun 1999 pasal 7 tentang perlindungan konsumen
·    SOP Penataan produk
·    Pengetahuan barang
·    Segmentasi pasar, targeting, positioning
·    Kode Etik Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) bagian 2 tentang perilaku terhadap konsumen
·    Cermat, teliti, dan penuh tanggung jawab
·      Memahami UU No.8 Pasal 7 tentang perlindungan konsumen
·      Memahami SOP penataan produk
·      Memahami pengetahuan tentang barang
·      Memahami segmentasi pasar, targeting, dan positioning
·      Memahami kode etik Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) bagian 2 tentang perilaku terhadap konsumen
·      Mengevaluasi display produk sesuai dengan perencanaan
·      Mengidentifikasi kerusakan atau perubahan pada display produk
·      Mengatasi setiap perubahan pada display produk
3.  Menjaga display produk agar tetap sesuai dengan standar perusahaan dan perencanaan
·    Display produk dijaga agar tetap bersih dan rapi
·    Penambahan atau perubahan pada display kalau perlu dilakukan agar display konsisten terhadap perencanaan penataan produk
·    Standar perusahaan dalam penataan produk tetap dijaga dalam display
·    UU No.8 Tahun 1999 pasal 7 tentang perlindungan konsumen
·    SOP penataan produk
·    Pengetahuan barang
·    Segmentasi pasar, targeting, positioning
·    Kode etik Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) bagian 2 tentang perilaku terhadap konsumen
·    Cermat, teliti dan penuh tanggung jawab
·      Memahami UU No.8 Pasal 7 tentang perlindungan konsumen
·      Memahami UU No.8 Tahun 1999 pasal 7 tentang perlindungan konsumen
·      Memahami SOP penataan produk
·      Memahami pengetahuan tentang barang
·      Memahami segmentasi pasar, targeting, positioning
·      Memahami kode etik APLI bagian 2 tentang perilaku konsumen
·      Merawat display produk agar tetap bersih dan rapi
·      Merancang display produk agar tetap konsisten terhadap perencanaan penataan produk
·      Menyusun display mengikuti standar perusahaan


F.                             Cek Kemampuan
Jawablah pertanyaan berikut ini semampu Anda!
  1. Apa yang dimaksud dengan display?
  2. Apa yang anda ketahui tentang Standard Operating Procedure (SOP) penataan produk?
  3. Apa yang dimaksud dengan segmentasi, targeting, dan positioning?
  4. Apa isi Undang-undang No.8 Tahun 1999 pasal 7 tentang Perlindungan Konsumen?
  5. Apa kepanjangan dari APLI?
  6. Bagaimana cara menata produk supermarket?
  7. Sebutkan lima macam produk fresh!
  8. Apa yang Anda ketahui tentang lay out toko?
  9. Apa yang dimaksud dengan departemen fashion?
  10. Sebutkan lima macam perlatan display produk supermarket!


BAB 2
Pembelajaran




A.    Rencana Belajar Siswa
Standar Kompetensi  :       Menata Produk
Kompetensi Dasar     :    1. Kegiatan Belajar 1    : Menginterprestasikan perencanaan Visual Penataan Produk
                                       2.  Kegiatan Belajar 2   : Penataan atau Display Produk
                                       3.  Kegiatan Belajar 3   : Menjaga Display Produk Agar Tetap Sesuai dengan Standar Perusahaan dan Perencanaan
No.
Jenis Kegiatan
Tanggal
Waktu
Tempat Belajar
Alasan Perubahan
Tanda Tangan Guru

















































              Mengetahui,                                                                         Peserta Diklat
                Fasilitator

  (…………………………..)                                                  (…………………………..)
B.     Kegiatan Belajar
Berikut ini akan dipelajari tiga kegiatan belajar, mencakup Kegiatan Belajar 1, Kegiatan Belajar 2, dan Kegiatan Belajar 3.
an1an1
Kegiatan Belajar 1Menginterprestasikan        
Perencanaan
Visual Penataan Produk








Rounded Rectangle: Tujuan Pembelajaran I
Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar ini, peserta didik diharapkan mampu untuk hal-hal berikut.
A. Memahami Pengertian Penataan Produk.
B. Memahami Pasal 7 Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
C. Memahami Kode Etik Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI).
D. Memahami Segmentasi Pasar, Targeting, dan Positioning.
E. Memahami Jenis dan Spesifikasi Barang.
F. Memahami SOP Penataan Produk dari Suatu Perusahaan.
G. Keterampilan dalam Menginterprestasikan Perencanaan Visual Penataan Produk.
H. Sikap dalam Menginterprestasikan Perencanaan Visual Penataan Produk.
 












Untuk dapat memvisualisasikan penataan produk yang menarik perlu perencanaan yang optimal. Selain itu, untuk memperoleh hasil yang baik memerlukan desainer penataan produk yang professional, sumber daya yang menguasai tentang display, memahami jenis produk, mutu, dan spesifikasi barang yang akan ditata, mengetahui segmentasi pasar yang akan dijadikan sasaran, serta kode etik dalam penjualan.

4.      Pengertian Penataan Produk
Penataan produk dikenal juga dengan istilah display. Penataan produk (display) adalah suatu cara penataan produk, terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen.
Menurut William J. Shultz, “Display consist of simulating customers attention and interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal).
Memajangkan barang di dalam toko dan di etalase mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap penjualan. Salah satu cara yang biasa untuk menjual barang ialah dengan membiarkan calon pembeli itu melihat, meraba, mencicipi, mengendarai, dan sebagainya.
Pelaksanaan display, yang baik merupakan salah satu cara untuk memperoleh keberhasilan self service dalam menjual barang-barang. Hal ini dilihat di supermarket. Adapun tujuan display dapat digolongkan sebagai berikut.
  1. Attention dan interest customer
Attention dan interest customer, yaitu untuk menarik perhatian para pembeli dilakukan dengan cara menggunakan warna-warna, lampu-lampu dan sebagainya.
  1. Desire  dan action customer
Desire dan action customer, yaitu untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang dipamerkan di toko tersebut, setelah masuk ke toko, kemudian melakukan pembelian.
Selanjutnya, display dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu window display, interior display, exterior display.
1.      Window display
Window display, yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, symbol-simbol, dan sebagainya di bagian depan toko, yang disebut etalase. Dengan demikian, calon konsumen yang lewat di depan toko, diharapkan akan tertarik dengan barang-barang tersebut dan ingin masuk ke dalam toko. Window display ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut.
a.       Untuk menarik perhatian konsumen lewat
b.      Menyatakan kualitas yang baik atau harga yang murah sebagai cirri khas dari toko tersebut.
c.       Memancing perhatian terhadap barang-barang istimewa yang dijual di toko.
d.      Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika)
e.       Agar menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.
2.      Interior display
Interior display, yaitu memajangkan barang-barang, gambar-gambar, kartu-kartu harga, dan poster-poster di dalam toko. Pemajangan ini dapat dilakukan antara lain di lantai, meja, dan rak-rak. Interior display ini ada beberapa maam, yaitu sebagai berikut.

a.       Open display
Open display, yaitu barang-barang dipajangkan pada suatu tempat terbuka sehingga dapat dihampiri dan dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa bantuan petugas pelayanan, misalnya self display, island display (barang-barang diletakkan di atas lantai dan ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau), dan sebagainya.
b.      Closed display
Closed display, yaitu barang dipajangkan dalam suasana tertutup. Barang-barang tersebut tidak dihampiri dan dipegang atau diteliti oleh calon pembeli, kecuali atas bantuan petugas pelayanan. Hal ini bertujuan untuk melindungi barang dari kerusakan, pencurian, dan sebagainya.
c.       Architectural display
Architectural display, yaitu memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya, misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya. Cara ini memperbesar daya tarik karena barang-barang dipertunjukkan secara realistic.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar